Senin, 18 Juli 2011

KEHIDUPAN AKHIRAT: KAPAN HARI AKHIR TIBA?

 

Al-Quran  -demikian juga hadis-hadis Nabi Saw.- yang berbicara panjang lebar tentang hari  akhir dari bermacam-macam aspek itu, tidak membicarakan sedikit pun tentang masa kedatangannya. Bahkan secara tegas dalam berbagai ayat serta hadis dinyatakan bahwa  tidak  seorang  pun mengetahui kapan kehadirannya.
Mereka (orang-orang kafir) bertanya kepadamu tentang hari akhir, kapankah terjadinya? Siapakah kamu (maka) dapat menyebutkan (waktunya)? Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahan (ketentuan waktunya) (QS Al-Nazi'at [79]: 42-44).
Sekian banyak ayat  Al-Quran  yang  mengandung  makna  serupa, demikian pula hadis-hadis Nabi Saw  menginformasikannya.
Dalam  sebuah  hadis  dinyatakan  bahwa malaikat Jibril pernah bertanya kepada Nabi Muhammad Saw. -dalam rangka mengajar umat Islam- "Kapan hari kiamat?" Nabi Saw. menjawab: "Tidaklah yang ditanya tentang hal itu lebih mengetabui dari yang  bertanya." (Diriwayatkan  oleh  Muslim  melalui  sahabat Nabi Umar bin Khaththab).
Memang ada beberapa ayat yang menjelaskan bahwa  kedatangannya tidak lama lagi. Misalnya surat Al-Isra' ( 17): 51, "Kapankah itu (hari kiamat)?". Demikian tanya kaum musyrik. Lalu Nabi Saw. diperintahkan oleh Allah untuk menjawab:  Katakanlah, "Boleh jadi ia dekat."
Surat Al-Qamar (54): 1 juga menyatakan bahwa: “Telah dekat hari kiamat dan telah terbelah bulan”.
Dan surat Al-Anbiya' (21): 1, menyatakan: “Telah dekat kepada manusia hari perhitungan (kiamat) sedangkan mereka berada dalam kelalaian, lagi   berpaling (darinya)”.
Nabi Saw. juga bersabda: Aku diutus (dan perbandingan antara masa diutusku dengan) hari kiamat adalah seperti ini (sambil menggandengkan kedua jari-jarinya, yaitu jari telunjuk dan tengah). (Diriwayatkan oleh Muslim melalui Jabir bin Abdillah).
Apakah hadis dan ayat-ayat di atas menunjukkan kedekatan  hari akhirat  dari  segi waktu? Boleh jadi. Tetapi ketika itu tidak dapat dipahami bahwa kedekatan itu  hanya  dalam  arti  besok, seribu  atau  sepuluh  ribu tahun ke depan. Kedekatannya boleh jadi juga jika  dibandingkan  dengan  umur  dunia  yang  telah berlalu  sekian ratus juta tahun. Tetapi boleh jadi juga hadis dan ayat-ayat tersebut tidak menginformasikan kedekatan  dalam arti waktu.
Bila  kita cermati tentang kapan hari akhir tiba, maka jawaban yang diperintahkan kepada Nabi Saw. untuk diucapkan  adalah "Boleh jadi ia dekat".  Di  sisi  lain,  ayat  Al-Qamar dan Al-Anbiya' di atas, yang menggunakan bentuk kata kerja  masa lampau  untuk  satu  peristiwa kiamat yang belum lagi terjadi, mengandung makna kepastian sehingga kedekatan dalam  hal  ini dipahami dalam arti "pasti kedatangannya". Karena "segala yang akan datang adalah dekat, dan segala yang  telah  berlalu  dan tidak kembali adalah jauh."
Agaknya informasi Al-Quran tentang kedekatan ini, lebih dimaksudkan untuk menjadikan manusia selalu siap menghadapi kehadirannya. Karena itu pula, tidak satu atau dua ayat yang menegaskan bahwa kedatangannya sangat tiba-tiba, seperti misalnya firman berikut:
Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka atau kedatangan kiamat kepada mereka secara tiba-tiba sedangkan mereka tidak menghindarinya? (QS Yusuf [ 12]: 107).
Di sisi lain, ditemukan bahwa yang bertanya tentang waktu kedatangannya adalah orang-orang musyrik, bukan orang beriman.
Orang-orang yang tidak beriman menyangkut hari kiamat, meminta supaya hari itu segera didatangkan, sedangkan orang-orang yang beriman merasa takut akan kedatangannya Mereka yakin bahwa kiamat adalah benar (akan terjadi). Ketahuilah bahwa orang-orang yang membantah tentang terjadinya kiamat benar-benar dalam kesesatan yang jauh (QS Al-Syura [42]: 18).
Ketakutan tentang hari kiamat  akan  mengantarkan  orang  yang percaya  untuk  berbuat sebanyak mungkin amal ibadah, sehingga mereka dapat menggapai kebahagiaan abadi di sana.

Dr. M. Quraish Shihab, M.A.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tanda-tanda Ikhlas Seorang Hamba

1. Tidak mencari popularitas

2. Tidak rindu pujian dan tidak terkecoh pujian

3. Tidak silau dan cinta jabatan

4. Tidak diperbudak imbalan dan balas budi

5. Tidak mudah kecewa